Jurnal Caringin -Perdebatan mengenai bentuk bumi hingga saat ini masih ramai diperbincangkan. Ada yang berpendapat bahwa bentuk bumi adalah bulat. Namun, ada juga yeng menyebutkan bahkan meyakini bahwa bumi itu datar.
Melihat perdebatan tentang bumi bulat dan bumi datar yang tak ada habisnya, seorang astronot asal Arab bernama Hazza Al Mansouri pada 2019 lalu meneliti bentuk dari bumi. Setelah melihat dan membuktikan dari luar angkasa, astronot asal Arab tersebut tidak melihat bentuk bumi yang datar.
Terkait bentuk bumi bulat sebenarnya sudah lama dijelaskan dalam Al Quran. Ada banyak sekali ayat Al Quran yang menjelaskan bahwa bumi berbentuk bulat. Bukti bahwa bumi berbentuk bulat adalah adanya pergantian siang dan malam.
Sebelum para ilmuwan menyatakan bahwa bumi berbentuk bulat, Al Quran sudah lebih dulu memastikan bahwa bumi itu berbentuk bulat. Lebih jelasnya, berikut bentuk bumi menurut Al Quran.
Mengenal Bentuk Bumi Menurut Al Quran
Seperti yang sudah diketahui, Al Quran menyebutkan bahwa bentuk bumi adalah bulat. Sebab, jika bumi berbentuk datar, maka dipastikan tidak bisa berputar serta beredar mengorbit matahari, sehingga tidak ada pergantian siang dan malam. Bukti bahwa bumi itu adalah bulat terdapat pada surat Az-Zumar ayat 5, yang artinya:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ بِا لْحَقِّ ۚ يُكَوِّرُ الَّيْلَ عَلَى النَّهَا رِ وَيُكَوِّرُ النَّهَا رَ عَلَى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَا لْقَمَرَ ۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَ جَلٍ مُّسَمًّى ۗ اَ لَا هُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفَّا رُ
"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 5)
Tak hanya itu, ada juga ayat lain dalam Al Quran yang menegaskan bahwa bentuk bumi adalah bulat dan juga mengibaratkan bumi sebagai malam dan siang. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam salah satu surah Al Quran, yang artinya:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَا لنَّهَا رَ وَا لشَّمْسَ وَا لْقَمَرَ ۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
"Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Qs al-Anbiyaa Ayat :33)
Mengenal Rotasi Bumi
Setiap orang pasti akan menyaksikan pergantian siang dan malam. Peristiwa ini menjadi salah satu akibat dari adanya perputaran bumi pada porosnya atau yang kerap disebut sebagai rotasi bumi. Selain itu, rotasi bumi juga mengakibatkan beragam fenomena alam lainnya, seperti gerak semu matahari, pembagian zona waktu, dan masih banyak lagi.
Dilansir dari journal.uin-alauddin.ac.id, rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya, yang berujung pada kutub utara dan selatan. Selama 23 jam 56 menit bumi akan berputar pada porosnya dari barat ke timur. Dengan begitu, maka akan nampak gerak harian matahari dari timur ke barat.
Banyak orang tidak menyadari bahwa bumi bergerak berputar atau berotasi. Mereka berpikir bahwa benda-benda langitlah yang bergerak mengelilingi bumi. Anggapan ini bisa terjadi dikarenakan mereka tidak bisa merasakan gerakan akibat rotasi bumi.
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, para ilmuwan semakin menyadari adanya perputaran bumi. Seorang ilmuwan asal Prancis bernama Leon Foucault yang akhirnya menemukan bukti untuk pertama kalinya bahwa bumi berputar pada porosnya di tahun 1851.
Perputaran bumi yang menyebabkan pergantian siang dan malam ini juga telah disebutkan dalam ayat Al Quran. Berikut penjelasan mengenai pergantian siang dan malam yang tertuang dalam surah al-Baqarah ayat 164, artinya:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا خْتِلَا فِ الَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ وَا لْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّا سَ وَمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَآءِ مِنْ مَّآءٍ فَاَ حْيَا بِهِ الْاَ رْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ کُلِّ دَآ بَّةٍ ۖ وَّتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ وَا لسَّحَا بِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 164)
Berdasarkan keterangan dari para Ilmuwan dan diperkuat dengan dalil-dalil Al-Qur'an tentang bentuk bumi yang sesungguhnya, kita sebagai orang yang beragama Islam hendaknya meyakini dan mengimani apa yang telah Alloh sampaikan dalam Kitab nya.

